Artikel
Cara Menghitung Volume Stockpile dengan Drone
Perhitungan volume stockpile dulu dilakukan dengan mengukur titik-titik di permukaan tumpukan memakai total station atau GPS. Cara ini lambat, berisiko karena petugas harus naik ke tumpukan, dan hanya mengambil sebagian kecil titik. Dengan drone, seluruh permukaan stockpile terekam dalam satu penerbangan, sehingga bentuk tumpukan yang tidak beraturan pun terhitung lebih lengkap.
1. Perencanaan
- Tentukan batas area stockpile yang akan dihitung dan jadwal pengukuran, sebaiknya saat aktivitas loading dan dumping minim.
- Rencanakan jalur terbang dengan tumpang tindih (overlap) foto yang cukup. Praktik umum fotogrametri memakai overlap depan sekitar 70–80% dan samping sekitar 60–70%.
- Siapkan Ground Control Point (GCP) di sekitar area dan ukur posisinya dengan GPS geodetik, atau gunakan drone RTK/PPK yang tetap divalidasi dengan titik kontrol.
2. Akuisisi data
Drone terbang mengikuti jalur yang direncanakan dan merekam foto udara beresolusi tinggi, atau data LiDAR bila diperlukan. Satu penerbangan dapat mencakup beberapa stockpile sekaligus.
3. Pengolahan menjadi model 3D
Foto diolah menjadi point cloud, lalu menjadi model permukaan (DSM) dan orthophoto. Posisi model dikoreksi dengan GCP supaya sesuai dengan sistem koordinat proyek.
4. Menentukan permukaan dasar (base surface)
Ini langkah paling menentukan. Volume dihitung sebagai ruang antara permukaan stockpile dan permukaan dasarnya. Permukaan dasar bisa diambil dari:
- Survei area sebelum material ditumpuk (paling ideal).
- Interpolasi dari titik-titik di kaki (toe) stockpile, bila survei awal tidak tersedia.
- Bidang datar atau desain lantai stockpile yang disepakati.
Pilihan base surface yang berbeda dapat menghasilkan angka volume yang berbeda, jadi metodenya perlu disepakati dan dicatat di laporan.
5. Perhitungan volume dan tonase
Perangkat lunak menghitung selisih tinggi antara permukaan stockpile dan base surface pada setiap sel grid, lalu menjumlahkannya menjadi volume (cut and fill). Untuk mendapat tonase, volume dikalikan dengan densitas curah (bulk density) material. Nilai densitas sebaiknya berasal dari uji laboratorium atau nilai yang disepakati bersama, karena sangat memengaruhi hasil akhir.
6. Laporan dan monitoring
Hasil akhir biasanya berupa laporan volume per stockpile, model 3D, peta kontur, serta perbandingan dengan periode sebelumnya. Pengukuran berkala (mingguan atau bulanan) membantu rekonsiliasi stok dan perencanaan produksi.
Sumber kesalahan yang perlu diwaspadai
- Base surface yang tidak mewakili lantai stockpile sebenarnya.
- Kontrol posisi yang lemah: GCP sedikit, tidak tersebar, atau tidak terukur dengan baik.
- Objek bergerak seperti alat berat atau truk di atas tumpukan saat akuisisi.
- Air dan vegetasi di sekitar kaki stockpile yang mengganggu batas perhitungan.
- Densitas yang tidak sesuai saat mengonversi volume ke tonase.
Kesimpulan
Drone membuat perhitungan volume stockpile lebih cepat, lebih aman, dan lebih lengkap dibanding pengukuran titik manual. Kunci akurasinya ada pada kontrol posisi, penentuan base surface, dan densitas material. Bila Anda ingin menerapkannya untuk rekonsiliasi stok rutin, kami siap membantu merancang metode dan jadwal pengukurannya.


